Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik

Listrikbali.com - Halo jumpa lagi dengan saya tukang listrik di Bali, kali ini saya akan mencoba menjelaskan secara singkat tentang apa itu grounding / pentanahan /pembumian pada instalasi listrik, apakah ini penting atau tidak saat pasang instalasi listrik terutama saat pasang stop kontak.

Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik

Sebenarnya apa itu Grounding? Bagi yang bekerja di dunia listrik tentu sudah paham apa itu Grounding dan apa fusngsinya. Bagi yang masih awam tentu menganggap groubding ini tidak penting. Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan ke bumi.

Fungsi Grounding
Sistem grounding pada peralatan kelistrikan dan elektronika adalah untuk memberikan perlindungan pada seluruh sistem. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa fungsi dari grounding:
  1. Untuk keselamatan, grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting, misalnya kabel grounding yang terpasang pada badan/sasis alat elektronik seperti setrika listrik akan mencegah kita tersengat listrik saat rangkaian di dalam setrika bocor dan menempel ke badan setrika.
  2. Dalam instalasi penangkal petir, system grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik yang besar langsung ke bumi. meski sifatnya sama, namun pemasangan kabel grounding untuk instalasi rumah dan grounding untuk penangkal petir pemasangannya harus terpisah.
  3. Sebagai proteksi peralatan elektronik atau instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan akibat adanya bocor tegangan.
  4. Grounding di dunia eletronika berfungsi untuk menetralisir cacat (noise) yang disebabkan baik oleh daya yang kurang baik, ataupun kualitas komponen yang tidak standar.
Bila kabel grounding berfungsi sebagai penghantar arus, maka alat yang mendeteksi adanya arus sisa atau arus bocor adalah ELCB. ELCB ini adalah sebagai proteksi instalasi listrik sebagai pencegah arus bocor. 

Cara pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk pembumian yang ditanam di bawah tanah sedalam kurang lebih 1 meter biasanya tanah yang selalu basah. Warna kabel grounding atau bisa juga disebut Arde biasanya memakai kabel warna hijau atau kuning strip hijau.

Biasanya arde ini dipasang pada stop kontak oleh sebab itu saat pasang stop kontak memakai kabel 3x2,5 mm yang masing-masing kabel fungsinya untuk pase, netral dan arde. Selain stop kontak tidak memakai kabel ground atau Arde.

Nah itulah pengertian dari Grounding dan fungsinya, jadi kesimpulannya adalah setiap ada instalasi listrik harus ada kabel grounding atau Arde karena ini sangat penting. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Posting Komentar untuk "Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik"